Jumat, 19 Juni 2015

Berobatlah dan tetap jaga keimanan

berobatlah sesuai tuntutan islamBerobatlah dan tetap jaga keimanan  -  Umat muslim diseluruh dunia pasti pernah merasakan atau terkena suatu penyakit , baik penyakit itu kecil, sedang , atau bahkan besar ( berbahaya ). yang akan di bahas pada kesempatan kali ini adalah mengenai bagaimana cara kita berobat tapi tetap bisa menjaga keimanan kita dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
apa yang anda lakukan ketika anda sakit ? ya pasti pergi ke dokter untuk berobat bukan, namun terkadang kita selalu mengganggap bahwa dokter adalah orang yang selamanya dapat menyembuh kan berbagai penyakit. tetap ingatlah pada hakikatnya hanya Allah SWT yang dapat menyembuhkan penyakit.

Tips berobat agar dapat menjaga keimanan

  • kesembuhan hanyalah kuasa Allah.

Diantara tugas utama seorang tenaga medis ketika mengobati ialah menjaga keutuhan iman pasiennya. Apalah artinya kesehatan bahkan kehidupan dunia bagi seorang muslim bila harus mengorbankan iman? Karena itu seorang tenaga medis muslim bertanggung jawab menanamkan dan mengokohkan kesadaran pasiennya bahwa kesembuhan dirinya hanyalah ada di Tangan Allah Azza wa Jalla. Pengobatan yang ia lakukan hanya sebatas upaya, sedangkan hasilnya hanya Allah yang kuasa memberikannya. Simaklah ucapan nabi Ibrahim ‘alaihissalam berikut :
"Bila aku menderita sakit, maka hanya Allah yang kuasa menyembuhkanku."
(As Syu'ara': 80)
Apapun upaya pengobatan yang anda berikan, maka sepatutnya anda terus menumbuhkan kesadaran agar pasien anda menggantungkan harapannya hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dengan demikian batin dan lisan pasien anda akan terus memanjatkan doa kepada-Nya.
Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bila mendatangi orang yang sedang sakit, beliau mendoakannya dengan berkata:
“Hilangkanlah derita, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah karena hanya Engkau Pemberi kesembuhan, tiada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tiada menyisakan rasa sakit"
(Muttafaqun alaih)

  • Kiat kedua: Berbaik Sangka Dengan Derita Yang Menimpa.

Keluh dan kesah apalagi su'uzhon seringkali menjadi benang kusut yang susah untuk diurai, sehingga dengannya urusan Anda bertambah runyam dan kelam. Sebaliknya, berpikir positif adalah awal dari setiap sukses dalam kehidupan dan urusan Anda. Berdasarkan itu, tumbuhkanlah pola pikir positif pada pasien Anda, agar ia optimis bahwa penyakit yang sedang ia derita pastilah mendatangkan kebaikan baginya, baik untuk urusan dunia atau akhiratnya. Dengan cara ini, pasien anda dapat tenang dan lapang dada menahan rasa sakitnya dan sabar pula menjalani pengobatannya.
"Tiada apapun yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih, sakit, gundah, penyesalan, gangguan, dan galau sampaipun duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah menghapuskan dosa-dosanya."
(Muttafaqun alaih)
Dengan kiat ini, derita pasien anda pastilah berbuah manis. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman, sesungguhnya semua urusannya baik baginya, dan yang demikian itu tidaklah mungkin dimiliki selain oleh orang yang beriman. Bila ia ditimpa kesenangan ia bersyukur, maka kesenangan itu baik baginya. Bila ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka kesusahan itu baik baginya.” (HR. Muslim)
  • Ketepatan Pengobatan.

Diantara hal penting dalam pengobatan yang harus anda perhatikan ialah aspek ketepatan dalam berbagai hal. Tepat diagnosa penyakitnya, tepat obatnya, tepat waktu dan kadarnya dan tepat cara pengibatannya. Karena itu pada hadits di atas, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Setiap penyakit pastilah ada penawarnya, karenanya bila obat suatu penyakit telah didapatkan dengan tepat, maka -dengan izin Allah Azza wa Jalla- penyakitpun menjadi sembuh". (HR. Muslim)
  • Legalitas Pengobatan Secara Syari'at.

Diantara hal penting yang wajib Anda indahkan sebagai tenaga medis muslim ialah dengan senantiasa menjaga aspek legalitas syari'at ( kehalalan) setiap pengobatan yang Anda berikan. Ingatlah selalu bahwa kesehatan adalah karunia Allah, sehingga satu perbuatan nista bila Anda mengupayakannya dengan sesuatu yang Allah haramkan dan murkai. Simaklah petuah sahabat Abdullah bin Mas'ud berikut:
"Sejatinya Allah tiada pernah meletakkan kesembuhan kalian pada hal-hal yang Allah haramkan atas kalian." (HR. Bukhari dan lainnya )

Source : majalah kesehatan muslim antara kesehatan dan ketawakalan.

3 komentar:

  1. wahh mantapz nih gan artikelnya :) ane baru nih gan,,hehehe :) Nice share gan...

    BalasHapus
  2. Adem hati saya baca postingan ni min..
    Jarang sekali orang yang mau fokus beginian.
    Semangat nulis min...

    BalasHapus

TERIMA KASIH TELAH MEMBACA ARTIKEL DI BLOG INI
SILAHKAN BERKOMENTAR BILA :
1. Ada yang ingin ditanyakan
2. Kritik dan saran
3. Ingin menambahkan
4. terdapat kesalahan